Friday, 28 April 2017

Review Ulasan Film The Flash Season 3 Episode 19 Indonesia | Identitas Asli Savitar Terbongkar!

  Alvian Kosim       Friday, 28 April 2017

Review Film The Flash Season 3 Episode 19

Indonesia: The Once and Future Flash (Identitas Asli Savitar Sebenarnya)


The-Flash


Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Selamat malam sobat! Kembali lagi bersama gue di Blognya Alvian Kosim. Hari ini gue bakal nge-review film The Flash Season 3 Episode 19 Indonesia. Btw episode ini baru rilis setelah 3 minggu libur :((. Akhirnya rilis juga haha.

WARNING SPOILER ALERT!!!


Oke gue mulai aja ya reviewnyaa.

The Flash Season 3 adalah series dari The Flash tahun 2014 yang terus ditayangkan di channel THE CW yang diperankan oleh Grant Gustin sebagai Flash. Season 3 dari The Flash ini dimulai dengan sebuah peristiwa yang dinamakan Flash Point dimana Barry Allen yang saat itu sedang bersedih karena ia kehilangan ayahnya dan akhirnya kembali ke masa lalu untuk merubah masa depannya. Namun, hal itu menyebabkan masalah baru dimana ia menciptakan garis waktu baru.

Nah, The Flash Season 3 Episode 19 Indonesia ini dimulai dengan scene dimana mereka semua masih berlindung dari serangan Caitlin Snow yang berubah menjadi Killer Frost. Terkecuali Iris dan Barry yang sedang berdua di rumah. Kemudian, Barry bergegas ke STAR Labs setelah mendapat firasat.

Di STAR Labs ia melawan Killer Frost untuk melindungi tim flash. Namun, ia berhasil kabur dari sana. The Flash bingung dan masih memikirkan hal- hal yang akan terjadi di masa depan dimana Iris tewas di tangan Savitar. Dari kebingungannya itu, ia memaparkan perhitungannya saat di rumah bahwa ia akan pergi ke masa depan di tahun 2024 dan berusaha mendapat informasi siapa Savitar itu. Kemudian, selagi Killer Frost di luar, mereka menyetujuinya.

Lalu, Barry mencoba membuat portal ke masa depan dengan bantuan Wally. Dengan Wally di depan Barry maka ia berhasil membuat sebuah portal untuk pergi ke masa depan. 

Keberuntungan memihak, Barry sampai tepat di tahun 2024 Central City. Scene ini diawali dengan gang yang sepi dan penuh dengan sampah surat kabar. Di situasi yang seperti itu, ia disapa oleh seseorang yang tak asing, yakni Mirror dan Top. Mereka adalah musuh Flash, metahuman yang terkena efek dari ledakan reaktor partikel. Mereka melawan The Flash sampai ia tersungkur ke tanah. Namun, ia bisa selamat dan pergi dari tempat tersebut.

flash-mirror-top

Barry pergi ke suatu tempat yang berantakan dan penuh barang-barang yang kumuh. Ia melihat sebuah foto dimana ada Joe West dan Iris West (yang tentunya sudah mati karena ini adalah masa depan). Di saat itu, ada seseorang yang mendekat pada Barry. Cisco, ia adalah Cisco yang mendapatkan perasaan akan Barry yang akan datang ke sana. Cisco sangat bahagia karena Barry bisa datang dan berharap bahwa Barry akan membantu Cisco dan Tim Flash.

flash-and-cisco

Langsung saja Barry menanyakan dimana dirinya di masa depan berada. Cisco bercerita sedikit tentang keadaan Barry masa depan. Sejak kematian Iris dan berubahnya Caitlin, Barry masa depan mulai menyendiri di STAR Labs dan tak pernah keluar dan bertemu teman-temannya. Maka, Cisco mengajak Barry untuk bertemu dirinya di masa depan. Pergi ke STAR Labs dan membiarkan Barry berbicara dengan dirinya di masa depan.

future-barry

Berbincanglah Barry dengan Barry masa depan tentang siapa sebenarnya identitas Savitar. Namun, Barry masa depan sangat tidak bersahabat dan penuh dengan keputus-asaan. Setiap Barry bertanya maka Barry masa depan akan menjawab sesuatu yang tidak menjawab pertanyaan Barry, ia malah menyuruh Barry untuk kembali ke masa lalu karena di sini bukanlah tempat yang benar untuk mencari jawaban.

Barry yang kesal akhirnya meminta Cisco untuk membuka gerbang di STAR Labs agar Barry bisa kembali ke masa lalu karena ia merasa di sana bukanlah tempat yang benar. Cisco yang baru saja senang karena teman lamanya kembali datang, meminta agar Barry untuk tidak kembali dalam waktu cepat ini, karena ia meminta agar Tim Flash segera bersatu. Tapi, Barry lebih mengkhawatirkan masanya dan tetap ingin kembali ke masa lalu. Barry berlari memutar untuk memunculkan portal. Namun, anehnya portal tidak muncul juga. 

Hal itu membuat Barry tertahan di masa depan. Cisco bilang nanti hal itu pasti bisa diperbaiki, kau bisa kembali tepat di waktu yang sama kau pergi ke sini. Dengan itu, Barry ingin mencoba tau semua yang terjadi setelah Iris meninggal. Diawali dengan Julian, ia bekerja di lab dan tetap menjaga penjara untuk Killer Frost. Tentu Barry ingin menanyakan siapa itu Savitar ditambah Killer Frost yang berkata bahwa ia bertemu Savitar dan dijanjikan obat yang akan menyembuhkannya. Namun, Killer Frost tetap tak memberikan jawaban. 

Selanjutnya, ia ingin tau tentang Wally, maka diantarlah ke rumah yang disambut oleh wanita yang belum kita kenal. Saat masuk, dihadapkan dengan Wally yang duduk di kursi roda dengan tatapan kosong dan diam. Cisco memberitau bahwa saat Iris meninggal, Wally berusaha mengejar Savitar dan sehari setelah itu, Wally ditemukan dengan tulang belakang yang hancur dan kondisi yang seperti itu sejak saat itu. Barry sangat menyesali hal tersebut. Selanjutnya, ia ingin bertemu dan mengetahui keadaan Joe. Ia tak ada di rumah itu, maka kemungkinannya adalah makam dari Iris.

Barry bertemu dengan Joe yang sedang berziarah dan menengok makam Iris. Barry memanggilnya dan Joe yang sedang hancur karena Iris meninggal itu, menyuruh agar Barry untuk pergi saja. Barry menanyakan apa yang terjadi. Joe membalas bahwa sejak Iris meninggal, Barry masa depan meninggalkan mereka semua dan menyendiri di STAR Labs. Barry bingung, karena ia di masa lalu berjanji untuk selalu bersama mereka apapun yang terjadi. Tapi Joe menyuruhnya untuk pergi.

Kembali lagi Barry ke STAR Labs, Barry menemui lagi Barry masa depan yang sedang melihat foto-fotonya bersama Iris. Barry bertanya pada Barry masa depan kenapa ia ingkar janji tentang tetap bersama apapun yang terjadi. Namun, Barry masa depan berkata bahwa kondisinya berbeda dan Barry akan merasakannya, di sini bukanlah tempat untuk mencari jawaban! Barry yang kesal akhirnya kembali berusaha pulang ke masanya. Cisco masih berharap dari Barry agar bisa bersatu lagi karena di Central City banyak musuh seperti Mirror dan Top yang akan menyerang kapan saja. Hingga akhirnya Barry tau yang menahannya pergi ke masa lalu adalah Cisco itu sendiri. Cisco jujur jika ia menahan Barry dengan alatnya. Ia sangat berharap pada Barry, tapi ia merelakan Barry dan memberinya alat penahan itu.

cisco-barry 

Maka dari itu, Barry langsung berusaha untuk pulang ke masa lalu. Dengan ancang- ancang ia bersiap berlari dan membuat portal. Namun, ia menyadari apa yang dikatakan Cisco itu benar, karena yang diinginkan Iris adalah mereka tetap bersama bahkan setelah Iris meninggal. Maka Barry meminta Cisco untuk membantunya menyatukan Tim Flash lagi. Akhirnya, disusul lah HR, Julian, dan Joe untuk membentuk tim Flash lagi.

tim-flash


Mulailah Tim Flash kembali dan menyelesaikan kasus Mirror dan Top. Cisco menjalankan misi penyergapan dari Mirror dan Top. Namun, dari pengalaman di awal, Top bisa memanipulasi penglihatan korban dengan matanya dan membuatnya pusing seperti diputar-putar. Cisco berfikir bahwa alat ciptaannya tadi bisa digunakannya untuk melawan Mirror dan Top, tapi sangat kecil kemungkinan untuk mengantarkannya dengan cepat. Tiba- tiba Barry masa depan mengajukan diri untuk menolongnya.

Singkat cerita, semua berjalan lancar dan mereka bisa bersatu kembali. Kedua Barry mendapat pelajaran yang berharga bahwa mereka harus tetap bersama tim apapun yang terjadi. Barry masa depan memberitahu bahwa memang dia juga masih belum tau siapa Savitar sebenarnya, tapi ia bisa mengurungnya di Speedforce karena ada teknologi canggih dari seorang ilmuwan, tapi ilmuwan itu baru menemukannya setelah 4 tahun Iris meninggal. Barry masa depan menyarankan agar mencari orang itu dan selalu buat momen bahagia dengan Iris. Barry pun kembali ke masa lalu dan benar saja, suasana seperti saat ia baru pergi ke masa depan. Ia menceritakan sejujurnya dan apa adanya.

Akhir cerita disajikan dengan scene dimana Killer Frost di tengah hutan dan bertemu Savitar yang menawarkan obat yang akan membuat Caitlin Snow benar-benar hilang dari tubuhnya. Killer Frost bertanya kenapa ia harus percaya dengannya. Lalu, Savitar menunduk dan

BEWWWW

savitar-real-person

Ada kaki manusia yang keluar dari baju robot Savitar dan Killer Frost langsung saja setuju dengan pernyataan Savitar.Kira- kira siapakah orang itu???

Episode ini sangatlah menegangkan dan membawa kita dengan perasaan yang sungguh dilema antara sedih dan gundah dan semuanya tercampur. Alur cerita yang dimajukan ke masa depan dengan rapihnya membuat episode ini tertantang untuk ditonton. Serta ending twist yang menambah suspense dari film ini membuat kita ingin selalu menonton episode berikutnya.

Oke, segitu aja review dari gue. Gue sih menyarankan kalian nonton episode ini karena lama banget baru rilis :), tapi enggak juga, emang karena kualitas alur ceritanya juga yang sangat mendukung. 

See Yaa
 Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
logoblog
loading...

Thanks for reading Review Ulasan Film The Flash Season 3 Episode 19 Indonesia | Identitas Asli Savitar Terbongkar!

Previous
« Prev Post

4 comments:

  1. Akhirnya rilis juga ya gan hahaha, masih kebayang ama orang dibalik Savitar ini :(

    ReplyDelete
  2. Hahaha, iya gan setelah menanti lama. Savitar ini emang orangnya misterius yaaa. Btw tq udah berkunjung gan

    ReplyDelete
  3. Asli, ini Flash gantung mulu endingnya :(, but kelebihannya itu suspense yang bikin kita nagih hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah bener banget kaa, itu bikin kita ketagihan banget, makasih udah berkunjung :)

      Delete

Tanyakanlah tanpa ada rasa ragu di sini :)