Saturday, 22 April 2017

Review Ulasan Phoenix OS Indonesia | Mencoba Sistem Operasi Android di PC

  Alvian Kosim       Saturday, 22 April 2017


Review Menggunakan Phoenix OS

"Sistem Operasi Android di PC"


                  phoenix-os-logo

     Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Apa kabar kalian semua? Bertemu lagi di Blognya Alvian Kosim: Tempatnya Review dan Isi Pikiran Gue. Oke hari ini gue bakal nge-review sebuah sistem operasi yang mengadopsi salah satu OS dari smartphone, yakni Android. Ya, tapi ini adalah versi x86 dari OS Android yang juga pengembangan dari Android x86 Project. Namanya adalah Phoenix OS. Mungkin sebagian dari kalian belum tau apa itu Phoenix OS. Maka hari ini gue akan Mengulas Phoenix OS di PC.

Phoenix OS adalah sebuah OS PC yang berbasis sistem dari Android. Ini merupakan pengembangan dari Android x86 Project. Phoenix OS dikembangkan oleh Beijing ChaoZhuo Technology yang bergerak di bidang perangkat lunak. Projek ini mulai dikembangkan di akhir tahun 2015 yang mana Phoenix OS 1.0 Beta rilis.

Phoenix OS menerapkan beberapa konsep yang akan memanjakan para penggunanya seperti:

- Menjalankan PC untuk keseharian dengan tersupport banyak aplikasi Android di Play Store
- Memulai dengan Start Menu mengadopsi dari OS terkenal seperti Windows yang menggunakan Start Menu
- Multi-tasking dengan performa mengagumkan di PC
- Manajemen file yang sangat mudah dengan support Ethernet, Mouse, Drag nd Drop, dan Operasi keyboard yang sudah biasa dipakai seperti Ctrl+V
- Menu notifikasi yang sangat penting hadir juga di Phoenix OS ini
- Mereka juga memasang Stardust Browser (produk browser mereka) yang telah terinstall dalam Phoenix OS

 Oke, masuk ke tahap review Phoenix OS di PC. Gue memakai PC ber-spek seperti ini:

Processor     : Intel Core 2 Duo E8400@3.00Ghz
Motherboard: Asrock G31M-S
RAM             : 2x4GB DDR2 Kingston @800Mhz
VGA             : Nvidia Geforce GT 240 DDR5 @1GB
HDD             : Seagate Barracuda 500GB
dan beberapa peripheral lainnya.

Pada tahap penginstallan, kita dihadapkan dengan beberapa pilihan untuk install atau hapus, juga dihadapkan ukuran untuk memori internal kita. Lama penginstallan dari Phoenix OS tergantung dari besarnya memori internal yang diatur. Di sini gue memilih 32GB. 

Dan setelah itu, kita langsung bisa merestar PC kita untuk memilih Phoenix OS sebagai sistem operasi. Beginilah tampilan Phoenix OS pertama kali.

phoenix-os-desktop

Terlihat tampilan Desktop yang tidak begitu asing dengan start menu di pojok kiri dan jam serta status di sebelah kanan. Namun, di pojok kanan bawah, merupakan tombol home dan back pada Android yang ada di keypad.

Kemudian beginilah tampilan Start Menu Phoenix OS.

phoenix-os-start-menu

Di bagian dalam start menu, akan tampil aplikasi yang telh kita install dan juga tombol power serta shortcut ke setting. Kita juga bisa mencari aplikasi kita di bagian search.

Kemudian, kita akan mencoba masuk ke Google Play Store dan mencoba install aplikasi.

phoenix-os-play-store

Tidak ada masalah di bagian Play Store, dengan support Wi-Fi dan juga Ethernet, maka jaringan untuk akses Play Store sepertinya tidak ada masalah.

Selanjutnya, kita coba untuk memainkan Social Media di Phoenix OS.

phoenix-os-messenger

Terlihat bagaimana lancarnya Phoenix OS dalam menjalankan aplikasi Social Media. Juga dalam hal multitasking yang luar biasa dengan Instagram, BBM, Youtube di browser dan blog. 

Browser bawaan Phoenix OS, yaitu Stardust. Dimana berbeda dengan OS saingannya yaitu Remix OS yang menggunakan Chrome, tapi Phoenix OS tertib dengan aturan China yang mengharuskan menggunakan produk lokal. Terlihat juga di taskbar ada aplikasi China. Tapi hal itu tidak mengganggu sama sekali.

Bagaimana dengan tes performa? Oke selanjutnya kita akan menguji performa dari Phoenix OS di PC.

phoenix-os-antutu

Dengan spesifikasi PC gue ini, Phoenix OS mendapatkan score Antutu sebesar 91K!! Mungkin masih kalah dengan Iphone 7 dan Samsung Galaxy S7. Namun, dibanding dengan mereka handphone yang harganya segalaksi (selangit maksudnya), dengan PC seharga 3jutaan kita bisa mengalahkan beberapa Handphone yang lebih mahal.

Lalu, apakah dengan score Antutu sebesar itu sebanding denga performa di game? Kita coba saja!. Bermain COC Clash of clans di Phoenix OS

COC-di-Phoenix-osGame-di-phoenix-os

Game-game di atas sudah dicoba di Phoenix OS dan hasilnya adalah gambar yang jernih dan gerakan yang smooth. Seperti contohnya animasi di COC yang sangat smooth untuk dilihat mata. Kemudian juga betapa lancarnya game Tahu Bulat yang sudah ramai pengunjungnya, tidak membuat Phoenix OS lag ataupun stuttering.

Di tambah lagi dengan keyboard mapping yang disediakan, maka kita bisa memainkan game yang menggunakan button on screen menggunakan keyboard di PC kita.

Phoenix OS sangat layak untuk dipakai sebagai OS sampingan ataupun OS utama anda karena sangat nyaman dipakai. Dengan tampilan yang sudah tak asing dan kompatibilitasnya dengan banyak aplikasi di Play Store membuatnya sangat dipilih untuk Android x86. Ditambah, banyak pengguna Remix OS yang beralih ke Phoenix OS seperti saya :). Walaupun ini belum mensupport semua hardware dan belum mencapai final stable. Namun, dengan kenyamanan seperti ini pastinya nanti akan tambah stabil.

Oke, sekian review Phoenix OS Indonesia di PC Android di PC. Semoga kita bisa bertemu lain waktu.

Jangan sungkan untuk bertanya di komentar dan berdiskusi tentang beberapa masalah di Phoenix OS. Semoga kita bisa menyelesaikannya bersama.

See Ya

Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh



logoblog
loading...

Thanks for reading Review Ulasan Phoenix OS Indonesia | Mencoba Sistem Operasi Android di PC

Previous
« Prev Post

16 comments:

  1. Risky Hermansyah23 April 2017 at 06:43

    gan, kalo tiba-tiba hang/ freeze phoenix os gimana?

    ReplyDelete
    Replies
    1. hmm, mungkin overheat, coba cek suhunya deh di bios tepat abis make phoenix os. Atau enggak, dari pengalaman gue, gue setting di bios ram compatibility on, dan setelah itu fixed. Sebenernya Phoenix OS kan emang belum final stable om, jadi ya maklum kalo agak mental dikit :)

      Delete
    2. Risky Hermansyah28 April 2017 at 21:51

      Hahaha, iya ya nunggu final stable aja deh om yak

      Delete
    3. Risky Hermansyah Sipp deh, semoga nantinya compatible

      Delete
  2. kalo aku phoenix os malah mental gan, baru awal boot langsung freeze, remix os lancar jayaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. ya mungkin faktor dari belom rilisnya final stable gan hehe. Kemungkinan nanti mereka berdua bisa kompatibel dengan semua pc, jadi gaada mental"an hehe. Makasih dah berkunjung gan :)

      Delete
  3. gan ane force close ( sayangnya instagram telah berhenti) cara ngatasinya gimana y. aplikasi yang lainya bisa seperti Clash oyale line dll

    ReplyDelete
    Replies
    1. Di ane sih yang force close waktu instagram itu remix os, jadi karena os ini masih dalam pengembangan pasti ada bug gan, jadi cocok cocokan aja hehe.

      Delete
  4. Yth.
    Sy telah mencoba Phoenix OS ..kesulitan yang dihadapi adalah updating Google Play Service.. mohon bantuan tips-nya.
    Trims

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ke pembaruan phoenixos aja gan, biasanya perbaiki bug itu, kalo ane sih belom pernah ada masalah gitu

      Delete
  5. Kenapa gak bisa pasang game ya? Apa hanya game tertentu aja?

    ReplyDelete
    Replies
    1. game apa gan emang yang gabisa? selama ane make sih bisa-bisa aja. Ya mungkin emang gasemua stabil gan

      Delete
    2. Zoom in dan zoom out gamenya gimana?

      Delete
    3. kalau tidak salah menggunakan scroll mouse. saya kurang tahu juga karena sudah lama gak pakai hehe

      Delete

Tanyakanlah tanpa ada rasa ragu di sini :)