Thursday, 17 August 2017

Biografi Pahlawan: Mohammad Hatta | Buku Untuk Negeriku Berjuang dan Dibuang, Menuju Gerbang Kemerdekaan

  Alvian Kosim       Thursday, 17 August 2017


MOHAMMAD HATTA:
“Untuk Negeriku”



Buku Untuk Negeriku
Buku Sumber: Untuk Negeriku terbitan 2011 oleh Kompas


Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Halo, hari ini saya akan membagikan biografi pahlawan yang bersumber dari buku “Untuk Negeriku”. Sebuah otobiografi dari Bapak Wakil Presiden RI pertama, Mohammad Hatta. Oke langsung aja kita lihat ya postingan ini.

Namanya adalah Mohammad Hatta dan dilahirkan di Bukittinggi pada tanggal 12 Agustus 1902. Beliau lahir di keluarga beretnis Padang. Desa yang ia tinggali berada di daerah kaki Gunung Merapi dan dekat dengan bukit barisan. Ia adalah seseorang yang berpendirian teguh dan kadang keras kepala. Dalam kehidupannya, tidak pernah terlupakan sisi religi yang selalu ia jalani.

Pada saat remaja, beliau belajar di sekolah bentukan Belanda. Pada masa itu, Belanda sudah berkuasa dan menjajah Indonesia. Beliau kemudian melanjutkan pendidikannya ke negeri Belanda. Setelah beliau lulus, kembali lagi ke tanah air untuk mengabdikan dirinya pada Indonesia. Beliau termasuk anak yang pandai dan bisa membagi waktunya antara belajar dan beribadah.

Saat kembali ke tanah air, beliau aktif dalam membela Negara Indonesia dan selalu menentang Belanda dengan cara apapun. Beliau sejak awal aktif dalam membela, telah mengenal beberapa tokoh terkenal yang nantinya memiliki peran aktif dalam memperjuangkan kemerdekaan. Tokoh-tokoh tersebut seperti, Ir. Soekarno, Sutan Syahrir, Cipto Mangunkusumo, dan Amir Syarifudin.

Pernah menurut buku “Untuk Negeriku”, saat ia masih muda dan aktif untuk membela Indonesia, ia sampai berkali-kali diasingkan dan dibuang. Sebagai contoh, ia pernah diasingkan oleh koloni Belanda ke Bouven Digul, Papua. Di sana, ia bersama beberapa tokoh yang dianggap pro Indonesia dibuang. Beliau adalah sosok yang berpendirian teguh. Saat ia sampai di tempat pembuangan Bouven Digul, ia langsung saja ditanya oleh pemimpin-pemimpin  Belanda apakah ia mau menjadi werkilig (pro Belanda) dan mendapatkan banyak fasilitas dan izin. Namun, ia benar-benar kuat pendiriannya sehingga ia memilih menjadi naturalis (kontra Belanda) dan tidak mendapat hal yang special dari Belanda.


Mohammad Hatta
Potret Mohammad Hatta Wakil Presiden RI ke-1


Selain teguh pendiriannya, ia juga seorang yang sangat suka menolong. Saat ia berada dalam tempat pembuangan Digul, ia masih mendapat penghasilan dari berkirim artikel yang disuratkan ke media cetak Pemandangan. Penghasilan yang didapatkan cukup untuk kebutuhannya hidup di sana. Banyak dari kaum naturalis yang tidak memiliki penghasilan yang cukup. Namun, beliau dengan hati yang sangat baik menyisihkan penghasilannya itu kepada kaum naturalis yang membutuhkan. Malahan, kebutuhan bulanan yang diberikan Belanda kepadanya pun disisihkannya pula kepada kawan-kawannya yang membutuhkan.

Mohammad Hatta juga adalah sosok yang sangat religious. Waktu yang didapatkan di tempat pembuangan pun dibaginya antara kebutuhan dunia dan kebutuhan akhirat. Ia selalu menjadwalkan setiap kegiatannya. Selalu sholat tepat waktu dan membaca do’a di setiap kegiatannya. Kegiatannya sangat terjadwal dari awal pagi ia bangun tidur, sholat, kemudian makan pagi, bersilaturahmi, mengajarkan  anak-anak dari temannya beberapa mata pelajaran, dst. Beliau adalah seseorang yang disiplin dalam berkehidupan.

Bukan hanya pada saat pendudukan pemerintah Belanda, saat pendudukan pemerintah Jepang di Indonesia pun Mohammad Hatta tidak sekalipun mendukung. Saat diberikan kesempatan untuk menjadi pegawai pemerintahan denga lembut ia menolak dan hanya ingin menjadi penasihat agar nantinya bisa bebas dan tidak terikat dengan Jepang. Juga di sisi agama, seikrei atau budaya Jepang menghormati matahari juga ia tolak karena itu bisa saja menyekutukan Allah walaupun sudah ada orang-orang yang membolehkannya, tapi ia teguh dalam keyakinannya.

Ia juga aktif dalam organisasi untuk memperjuangkan kemerdekaan, seperti mendukung PUTERA, berkontribusi dalam Jawa Hokokai dan menjadi bagian penting dalam PPKI. Di masa pendudukan Jepang di Indonesia, Hatta lebih dekat dengan kaum orangtua yang dikarenakan usianya yang tidak muda lagi. Hatta tetap pandai dan berpikir kritis atas sesuatu yang terjadi. Hingga detik-detik proklamasi dibacakan, ia bersama Ir.Soekarno saling berdampingan di saat upacara proklamasi.

Mohammad Hatta adalah salah satu pahlawan pejuang kemerdekaan Indonesia yang patut kita kenang dan bisa kita ambil sisi positifnya. Sikapnya yang sangat dewasa dan jenius membuatnya selalu dipercaya orang lain dan bebas dari lilitan masalah. Kemudian juga sisi religious yang sangat melekat pada dirinya bisa kita ambil pelajaran bahwa dalam berkehidupan, kita juga harus memikirkan agama. Karena hidup tanpa agama adalah buta.



Daftar Pusaka
Hatta, Mohammad. 2011. Untuk Negeriku:Menuju Gerbang Kemerdekaan.Kompas. Jakarta

Hatta, Mohammad. 2011. Untuk Negeriku:Berjuang dan Dibuang.Kompas. Jakarta
-----------------------------------------------------------------------------------------
1 Hatta, Mohammad.Untuk Negeriku:Berjuang dan Dibuang (Jakarta:Kompas, 2011), hlm. 141-184

2 Hatta, Mohammad.Untuk Negeriku:Menuju Gerbang Kemerdekaan (Jakarta:Kompas, 2011), hlm. 1-167


Yap, itu saja dari saya. Semoga biografi pahlawan dari Mohammad Hatta bisa menginspirasi kita dan terus bersemangat sebagai pemuda Indonesia untuk kemajuan dan kejayaan bangsa Indonesia. Kita sebagai pemuda akan memegang Negara ini beberapa tahun mendatang. Pemuda sangatlah berpengaruh terhadap kualitas suatu bangsa!. Selalu ingat kata- kata mutiara dari Presiden pertama kita:


"Beri aku 1.000 orang tua,
niscaya akan kucabut semeru dari akarnya ...
Beri aku 10 pemuda,
niscaya akan kuguncangkan dunia"

~Soekarno (Bung Karno)~


Dirgahayu Republik Indonesia ke-72.


Kamis, 17 Agustus 2017
Alvian Kosim

Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh



HIDUP PEMUDA INDONESIA!



logoblog
loading...

Thanks for reading Biografi Pahlawan: Mohammad Hatta | Buku Untuk Negeriku Berjuang dan Dibuang, Menuju Gerbang Kemerdekaan

Previous
« Prev Post

2 comments:

  1. Wahh, kak alvian update lagii. Pasti tugas yah kak wkwkk

    ReplyDelete
    Replies
    1. wahh, kamu komen lagii, iya ini tugas de hehe :)

      Delete

Tanyakanlah tanpa ada rasa ragu di sini :)