Sunday, 3 September 2017

Biografi Pahlawan: Raden Ajeng Kartini | Buku Gelap-Terang Hidup Kartini

  Alvian Kosim       Sunday, 3 September 2017


Gelap-Terang Hidup KartiniTerjepit Cinta, Impian, dan Adat


Buku Kartini Gelap Terang Hidup Kartini Tempo
Buku Sumber: Gelap-Terang Hidup Kartini terbitan 2017 oleh Tempo



Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

         
Halo, hari ini saya akan membagikan biografi pahlawan yang bersumber dari buku “Gelap-Terang Hidup Kartini”. Sebuah buku yang menceritakan perjuangan hidup dari pahlawan emansipasi wanita dari Indonesia, R.A. Kartini. Oke langsung aja kita lihat ya postingan ini.

          Raden Ajeng Kartini lahir di Jepara, 21 April 1879 adalah salah satu pahlawan Indonesia yang sangat terkenal karena ambisinya membangkitkan perempuan pribumi dari ikatan dan belenggu masa lalu tentang pahitnya adat yang memaksa wanita untuk tidak belajar dan hanya diam di rumah. Kartini muda yang seorang putri dari bangsawan R.M. Sosroningrat sangatlah ingin belajar banyak sampai bermimpi untuk bisa sampai ke Eropa dan belajar banyak hal-hal baru di sana.

          Kecintaannya pada ilmu pengetahuan da buku-buku membuatnya terus menimba ilmu dari sedikit sampai banyak di rumahnya. Banyak buku-buku yag dibacanya, dai buku-buku pengetahuan umum hingga kesusastraan Belanda. Namun, sebagai perempuan keturunan bangsawan yang mana ayahnya sangat mendukung adat istiadatnya, Kartini muda harus dipingit dan diam di rumah.

          Kartini memiliki seorang Kakek yang sangat pandai dan mementingkan ilmu pengetahuan ketimbang adat istiadat. Kakek Kartini memiliki sebelas anak termasuk salah satunya adalah ayah dari Kartini. Kesebelas anaknya itu ia sekolahkan hingga ke Eropa. Ayah Kartini contohnya yang disekolahkan dan mencari ilmunya hingga ke Eropa dan mendapatkan sekolah yang baik di Belanda. Tidak semua buah jatuh dekat dari pohonnya, ayah Kartini yang seorang Bupati lebih memilih adat untuk putrinya ini. Kartini tidak diperbolehkan belajar lebih dari SD. Setelah lulus dari SD, Kartini langsung saja dipingit dan diam di rumah.

          Keadaannya ini tidak membuat Kartini putus semangat untuk belajar. Untungnya, ayah dari Kartini mengizinkan Kartini untuk membaca buku. Setiap hari, Kartini terus membaca buku dan menimba ilmu dari dalam dinding. Ia juga terkenal dengan surat-suratnya dengan orang Belanda, J.H. Abendanon. Betukar pikiran dan saling belajar dengan bersurat. Selain itu, Kartini juga tidak Cuma diam di dalam rumahnya. Ia berjuang melalui surat-suratnya yang diposting di majalah-majalah. Ia sangatlah berjuang untuk kemajuan perempuan pribumi.

          Salah satu alasan Kartini semangat adalah dukungan dari kakaknya yang sangat ia cinta, R.M.P. Sosrokartono. Nama yang awalnya kukira hanyalah sebuah bualan dari nama Kartini, ternyata adalah nama seorang kakak kandung Kartini. Kartono adalah seorang Bupati Jepara yang sangat mendukung Kartini untuk terus berjuang dalam bidang emansipasi wanita. Buku-buku telah diberikan oleh Kartono kepada Kartini dan waktu untuk bertukar pikiran dengan Kartini. Sungguh Kartini sangat sayang dengan Kartono yang peduli dengan Kartini.

Kartini faces WPAP
Potret Wajah Kartini Pahlawan Pejuang Hak Wanita di Indonesia


          Kartono yang cerdas ini memiliki riwayat pendidikan doktoral kesusastraan  di Belanda dengan predikat cumlaude. Dengan prestasinya itu, ia ditugaskan untuk menjadi Kepala Penerjemah Perserikatan Bangsa-Bangsa karena ia menguasai 20 bahasa asing sekaligus. Kecerdasannya tidak membuatnya lupa akan bangsanya, ia akhirnya kembali ke tanah air dan mengabdi sebagai seorang bupati Jepara. Dengan kesibukan seperti itu, Kartono selalu ingat kepada adik perempuannya Kartini yang sanagt bersemangat.

          Daun Semanggi adalah sebuah julukan yang diberikan orang-orang Hindia Belanda pada saat itu kepada tiga perempuan, “Kartini, Roekmini, Kardinah”. Julukan ini diberikan bukan tanpa alasan, tapi karena mereka sangat kompak dan berpengaruh pada saat itu. Roekmini dan Kardinah adalah adik kandung dari Kartini dari ayah yang sama. Sejak kecil, mereka bertiga membicarakan cita-cita mereka dan perjuangan dalam membebasakan wanita Indonesia dari belenggu adat. Kekompakannya hingga mereka berkoordinasi dalam mengurus sekolah umum untuk masyarakat sekitar.

          Hal itu juga yang membuat mereka terpukul ketika Kartini meninggal pada 17 September 1904. “Saya seperti gila ketika mengetahui hal itu,” (Buku Gelap-Terang Hidup Kartini). Apalagi ditambah dengan kematian ayahnya pada 21 Januari 1905, mereka sangatlah sedih karena ditinggal oleh dua orang yang mereka sayang sekaligus. Namun, Roekmini dan Kardinah adalah wanita yang tangguh dan perkasa. Mereka melanjutkan perjuangan Kartini di bidang emansipasi wanita. Mereka melakukannya bersama suami mereka masing-masing.

          Kartini adalah seorang yang sangat menginspirasi bagi kita. Banyak hal yang bisa kita ambil teladannya dari sang pejuanh emansipasi wanita ini. Seperti semangatnya dalam memperjuangkan hak wanita, kecerdasannya yang tetap bisa berjuang walau di balik dinding, dan tetap taat kepada orang tua untuk mengikuti adat. Semoga kita bisa mengambil prilaku dan sikap Kartini yang baik dan mengamalkannya dalam kehidupan kita.

          Yap, itu saja dari saya. Semoga biografi pahlawan dari R.A.Kartini bisa menginspirasi kita dan terus bersemangat sebagai pemuda Indonesia untuk kemajuan dan kejayaan bangsa Indonesia. Kita sebagai pemuda akan memegang Negara ini beberapa tahun mendatang. Ada sedikit kata-kata bijak dari R.A. Kartini yang dikutip dari media sosial @piksersan di Instagram.

Kata bijak R.A. Kartini sumber Instagram: @piksersan


 Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh


Daftar Pusaka


Kartini. 2017. Gelap-Terang Hidup Kartini.Tempo. Jakarta
-----------------------------------------------------------------------------------------
1. Kartini.Gelap-Terang Hidup Kartini (Jakarta:Tempo, 2017), hlm. 67
logoblog
loading...

Thanks for reading Biografi Pahlawan: Raden Ajeng Kartini | Buku Gelap-Terang Hidup Kartini

Previous
« Prev Post

2 comments:

Tanyakanlah tanpa ada rasa ragu di sini :)