Install macOS Mojave 10.14 di Laptop Lenovo G400 | Review Hackintosh Mojave Indonesia

Install macOS Mojave 10.14 di Laptop Lenovo G400 | Review Hackintosh Mojave Indonesia



MacOS adalah sebuah system operasi yang berjalan di hardware dari Apple. Tapi, tidaklah menjadi ketidakmungkinan MacOS diinstall di PC biasa. Hari ini gue akan mengulas pengalaman memakai MacOS yang diinstall di Laptop Lenovo G400 Pentium 2020M HD2500.

Install macOS Mojave di Lenovo G400
macOS Mojave 10.14 di Lenovo G40



Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

   Bertemu lagi dengan gue di Blognya Alvian Kosim. Hari ini gue akan bahas tentang “macOS Mojave 10.14 di Lenovo G400”.


   Sudah cukup lama gue gak posting lagi di blog ini. Mulai hari ini, gue akan posting sebanyak 3 kali dalam seminggu. Do’ain gess gue bias istiqomah di blog ini. Untuk cara install atau tutorialnya, Kalian bias pantengin di sini.


Cara Install Hackintosh macOS Mojave 10.14 di PC.



Oke kembali ke topik utama kita.

   Sistem operasi sebagai penggerak utama antara user dan hardware, pastinya sangat dibutuhkan sekali fungsinya. Baik dari segi fungsionalitas, keamanan, pelayanan, sampai kepada utilitas. Jenis system operasi dari dahulu sangat banyak. Mulai dari system operasi berbasis teks, sampai yang bias menggunakan mouse atau GUI (Grapical User Interface). Modern ini, pastinya CLI tidak banyak banyak digunakan oleh user. Mungkin sebagian orang layaknya Server Administrator masih menggunakannya untuk alas an tertentu. Tapi, sebagai user biasa, kita pasti lebih memilih GUI karena tampilan yang sangat user-friendly.


   Sistem operasi berbasis GUI ada banyak jenisnya, dari Windows yang sering kita temui, macOS, Linux, UNIX, dan sebagainya. Mungkin Windows sudah tidak asing lagi untuk kita. Selain banyak sekali aplikasi yang kompatibel, juga tampilan yang user-friendly. Tapi taukah Kalian, kalua macOS itu dinilai lebih user-friendly loh dari Windows. macOS hanya bias dijalankan di device Apple, yang mana membuat kita jadi tidak bias mencobanya di PC kita.



   Hal itu terasa sangat tidak mungkin dan sulit dilakukan sampai kemunculan “Hackintosh”. Nah apa sih Hackintosh itu? Apakah macintosh yang dihack atau apa? Nah sederhananya Hackintosh ini adalah metode yang membolehkan kita untuk menginstall macOS di hardware non Apple seperti PC kita. Dengan Hacnkintosh, ketidakmungkinan untuk menginstall macOS dan merasakan user-friendly-nya, menjadi hilang. Walaupun tidak 100% kompatibel di PC biasa, karena setelah Kalian menggunakan Hackintosh, pastinya ada beberapa langkah yang harus Kalian lakukan agar Hackintosh bias stabil digunakan.



   Sampai tulisan ini dipublish saja, masih ada beberapa sisi masalah dari Hackintosh ini di Laptop saya. Seperti contohnya, Sleep yang masih bug, Shutdown malah jadi restart, port VGA tidak bias digunakan, Brightness tidak bias diatur, dan sebagainya. Cukup banyak sih, tapi masih saya cari solusinya.



   Nah, dimulai dari Booting up. Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam booting up Hackintosh adalah settingan bios. Yap, settingan BIOS sangat berpengaruh dalam berjalannya Hackintosh. Contohnya virtualization mode yang harus didisable, graphic yang harus diset menjadi onboard, dan juga mode boot diubah menjadi UEFI. Tampilan boot pertama Hackintosh akan masuk ke dalam Clover bootloader.

Clover G400 Hackintosh Lenovo G400
Clover Bootloader Lenovo G400




   Di Clover bootloader ini, kalian akan disuguhkan beberapa option untuk bias boot kepada macOS, mengatur konfigurasi boot setiap OS, juga Kalian bias multiboot dengan windows memakai Clover Bootloader ini. Kalau gue biasanya sangat terbantu sekali dengan Clover Bootloader ini saat gue gagal booting karena habis install kext/driver atau melakukan patching yang akhirnya membuat OS jadi gamau booting.


   Setelah melakukan konfigurasi-konfigurasi di Clover Bootloader, kita memilih volume boot macOS dan akan mulai booting. 

Loading Screen MacOS
Loading screen booting macOS




   Tampilan booting akan terlihat seperti ini. Logo apple dengan progress bar di bawahnya yang berjalan mulus kalua berhasil booting. Beda ceeritanya kalua gagal booting. Itu progress bar bakal stuck di tengah atau bias aja langsung restart tanpa ada pemberitahuan. Kalau kalian juga memakai Hackintosh, mungkin ada yang tampilannya bukan apple dengan progress bar, melainkan text CLI yang banyak. Nah gue juga bias nampilin hal itu dengan cara mengaktifkan “Verbose Mode” di Clover Bootloader. Biasanya sih itu dipake buat debugging lah isitlahnya. Kita bias tau ada masalah apa pas booting ini.


   Nah, lanjut setelah booting dan progress bar mencapai ujungnya akan masuk ke lock screen.

Lock screen macOS Mojave 10.14 Alvian Kosim Lenovo G400
Lock screen macOS Mojave 10.14 Alvian Kosim

Lihat juga yuk:



   Ya sebegimananya lock screen ya gitu doang. Ada nama kita, profil picture, sama form input buat password. Tapi kesan pertamanya emang enak aja gitu dipandang. Kayak udha well-designed deh sama Apple. Mungkin ini salah satu alas an kenapa designer suka banget pake macOS, karena design-nya emang parah mantep banget. Terkesan berkelas, lagi premium, dan juga smooth dimana-mana gitu :).


   Setelah log-in, masuk deh desktop penuh keceriaan nan berkelas ala macOS Mojave 10.14.

desktop macOS Mojave 10.14 Lenovo g400
Desktop macOS Mojave 10.14 Lenovo G400



   Wah keren deh baru masuk desktop aja. Wallpaper gurun yang ngingetin kita sama Windows XP haha, ada menu bar yang biasa aja sih buat yang udah pernah pake ubuntu dkk, dan juga ada dock di bawah dengan beberapa aplikasinya. Walau terkesan biasa aja fitur pas di desktop, tapi desktopnya berasa clean gitu. Entah karena temanya yang transparan gitu yang bikin jadi clean atau sugesti gue aja haha. BTW, wallpaper gurun itu bias berubah sesuai waktunya, missal sekarang sore, tuh gurun bakal sedikit gelap. Makin malem makin jadi gelap gitu. Itu sih fitur dari macOS Mojave aja. Tapi keren :).


   Udah dari desktop, kita beralih ke Windows Explorer. Yaah emang bukan Windows Explorer Namanya, tapi Finder (logo muka dua macOS). Dia itu File explorernya macOS. User friendly-nya sama lah sama Windows Explorer, Cuma ada fitur yang keren nih di Finder, yakni “Preview-file”.

Preview window di FInder
Preview window di Finder macOS



   Fitur keren ini gue tau dari kaka kelas gue :v. Dia emang user macOS dari lama, jadi ya tau lah. Dengan menekan space di file apapun, maka kalian akan mendapatkan Preview Window. Akan menjadi sebuah kemudahan kalua kalian mau lihat preview file semacam psd ini kan. Tingkat kegunaannya sangat tinggi lah buat menghemat waktu untuk sekadar membukanya di Photoshop langsung.


   Setelah itu, kita akan bicara tentang performa. Gue gaakan bicara tentang performa game ya, karena Hackintosh ini aja buat daily belum stabil banget. Jadi gue akan bicara tentang kestabilannya untuk menjalankan beberapa aplikasi daily aja.

multitasking macOS Mojave Lenovo g400 Hackintosh
Multitasking di macOs Hackintosh Mojave 10.14 Lenovo G400



   Nah, yang pertama adalah multitasking. Bisa dibilang smooth banget sih multitasking di Hackintosh Mojave ini. Masih acceptable banget dengan beberapa aplikasi terbuka. Termasuk nge-youtube, nge-instagram, ataupun nge-photoshop. Walaupun gue belum terbiasa dengan system windowingnya yang aneh aja sih kalau udah biasa pake Windows. 




Hot banget nih:


   Selanjutnya kita masuk bagian hardware compatibility di Hackintosh Mojave 10.14 ini.

system overview macOS Hackintosh Mojave Lenovo g400
System overview macOs mackintosh Mojave Lenovo g400



   Bisa kalian lihat gambar di atas, bahwa saya menggunakan Core i5 palsu haha. Bukan, jadi inilah hardware asli yang gue pakai dan list workingnya: 

Laptop
Lenovo G400 20235
Processor
Intel Pentium 2020M 2,4Ghz
Ram
8 GB 12800 (kebaca 1777Mhz)
VGA
Intel HD 2500 (Work dengan inject Intel) (Radeon R5 8570M disabled)
Wifi
AR9485 (Work dengan AR9485 kext)
HDD
Seagate 500GB
ODD
Matshita DVD
Ethernet
Atheros FastEthernet (Working dengan ALX ethernet kext)
Audio
Conexant HD Audio (Working dengan VodooHDA)
Power
Baterai terbaca (smbios fix)
USB
Working 3.0 (dengan fix usb3.0 dan usbinjectall)




   Nah itu beberapa dari hardware gue, udah hamper semua work sih. Nah ini dia list gabisanya atau known issue:

Sleep yang ga beneran sleep (Cuma monitor mati)
Setelah lama ditinggal sleep, akan restart sendiri
Brightness slider gaada, alternative install Brightness slider di App store (sebetulnya bias kalua gue berani patch SSDT :v)
Shutdown yang malahan ngerestart
Baterai boros banget asli (100% ke 80% gaada 30menit, beda ama Windows)
Abis shutdown atau restart selalu muncul “Your computer unexpectedly restart”, padahal emang gue restart :v



   Cukup banyak ya bre known issue-nya. Namanya juga harusnya gabisa diinstall di PC biasa, jadi nya begini deh harus fix sana- fix sini. But it’s ok sih, setelah Kalian fix ini semua dan menikmati hasilnya, pasti akan ngerasa puas sendiri gitu haha. 


   Nah, sekian artikel dari gue tentang Hackintosh Mojave 10.14 di Lenovo G400. Semoga bisa bermanfaat buat Kalian.

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

5 komentar

avatar

misi gan, saya lihat audio agan berjalan, cara fix audio gimana ya? terimakasih

avatar

saya pakai VodooHDA 2.9.0 kext bro, adapun cara fix audio itu ada dua. Yang pertama menggunakan kext VodooHDA nah yang kedua itu patching DSDT, kalo itu belum saya coba karena kebetulan laptop ini penting banget jadi menghindari kenapa-napa aja. Tapi pasti dicoba hehe

avatar

gan mau tanya, kalau habis install patch DSDT terus malah gamau booting kenapa ya? makasih

avatar

Ga cocok kali tuh gan, udah bener belum patchingnya? Atau ada patch yang bentrok di clover? Biar nyala dulu sih bisa ke boot options di clover bootloader terus pilih BIOS.AML dulu buat nyala, baru diganti deh DSDT yang errornya

avatar

Mantep nih layak banget dicoba

Tanyakanlah tanpa ada rasa ragu di sini :)

Click to comment